5 Alasan Harus Upgrade ke ArcGIS Pro

black textile
Photo by Pixabay on Pexels.com

ArcGIS Pro merupakan sebuah program GIS yang menurut saya sangat powerful. Desain interface nya modern, fiturnya berlimpah dan relatif mudah digunakan. Di artikel kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya dalam menggunakan ArcGIS Pro. Sebagai permulaan, disini akan saya jelaskan beberapa alasan yang mendorong saya untuk upgrade ke ArcGIS Pro. Bagi kalian yang beru ingin mulai menggunakan program ArcGIS Pro ini, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi kalian.

ArcGIS Pro vs ArcMap

Dibandingkan dengan ArcMap, ArcGIS Pro ini jauh lebih stabil dan lebih user friendly. Menurut saya pribadi ya. Proses map zooming di ArcGIS Pro ini lebih smooth dibandingkan ArcMap. Selain itu ada banyak perubahan yang signifikan seperti misalnya ArcScene sekarang sudah tidak tersedia. Sekarang fitur ArcScene sudah diintegrasikan kedalam ArcGIS Pro.

Map 3D di ArcGIS Pro

5 Alasan kenapa sebaiknya upgrade ke ArcGIS Pro

Bagi saya ada banyak alasan mengapa kita sebaiknya upgrade ke ArcGIS Pro. Namun secara umum, saya punya 5 alasan berikut:

Alasan 1. Interface ArcGIS Pro lebih modern

Bagi sebagian orang, user interface mungkin tidak terlalu penting. Namun bagi saya, kenyamanan dalam menggunakan software itu sangat penting. Apalagi kalau kita menghabiskan waktu berjam-jam dengan software tersebut.

Ribbon style menu

Alasan 2. Stabilitas

Stabilitas adalah hal yang krusial. Bayangkan ketika kita sedang mengerjakan sesuatu kemudian software yang kita gunakan crash. Hal ini tentu saja sangat membuat stress dan mengurangi produktifitas kita. ArcGIS Pro merupakan software sangat stabil. Dibuat dan didesain untuk arsitektur 64 bit, ArcGIS Pro ini terasa sangat nyaman dan stabil. Bahkan ketika membuka lebih dari 2 instances sekaligus, jarang sekali terjadi hang/crash.

Alasan 3. Fitur yang berlimpah

ArcGIS Pro merupakan sebuah solusi software bagi anda yang berkarir di bidang GIS. Software ini dilengkapi dengan beragam tools untuk vector, raster maupun tool untuk beragam analysis. Tergantung lisensi yang kalian punya, masih banyak geoprocessing tools yang bisa anda gunakan untuk keperluan mapping kalian.

Fitur Basemap yang ada di ArcGIS Pro ini menurut saya juga sangat optimal. Tidak seperti di versi ArcMap, fitur Basemap ini sangat ringan dan tidak berasa membebani tampilan peta kita. Scrolling dan zooming nya juga halus. Selain itu, saya juga sangat mengapresiasi Catalog View yang mempermudah kita untuk mengatur data source, layout dan maps management. Bagi kalian yang mahir Python, ArcGIS Pro juga mendukung python sehingga bisa mempercepat workflow pekerjaan kalian.

Alasan 4. Integrated 2D dan 3D View

Di versi lama, ArcMap digunakan untuk 2D map. Sedangkan untuk 3D, menggunakan ArcScene. ArcScene ini merupakan software yang terpisah dari ArcMap. Nah, di ArcGIS Pro ini, fungsi dari 2D dan 3D nya tersedia dua-duanya di dalam ArcGIS Pro. Jadi tidak perlu membuka aplikasi lain. Semua ada di satu aplikasi ArcGIS Pro.

Alasan 5. Harga Lisensi yang terjangkau

Harga lisensi ArcGIS Personal Use sekitar Rp. 600,000 setahun. Menurut saya, ini harga yang cukup terjangkau mengingat fitur yang kita dapatkan. Cek di situs di bawah ini untuk informasi lebih lengkap.

https://www.esri.com/en-us/arcgis/products/arcgis-for-personal-use/buy

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Exit mobile version