Tue. Feb 27th, 2024
close up of globePhoto by NastyaSensei on <a href="https://www.pexels.com/photo/close-up-of-globe-335393/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Halo teman-teman, selamat datang di blog saya. Hari ini kita akan mulai tutorial ArcGIS Pro bagian pertama. Di artikel ini saya akan coba jelaskan dasar-dasar ArcGIS Pro mulai dari membuat project baru kemudian cara menambahkan atau menampilkan data spasial di ArcGIS Pro. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi kalian yang baru belajar ArcGIS Pro.

ArcGIS Pro merupakan sebuah software GIS yang cukup mudah dipelajari, meskipun kalian belum pernah menggunakan software ini sebelumnya. Tampilan yang modern serta ribbon style menu nya sangat mudah digunakan. Untuk mulai membuat project baru, kalian bisa menggunakan template default bawaan ArcPro atau kalian juga bisa menggunakan blank template. Berikut ini adalah tampilan awal dari ArcGIS Pro 2.9.

Disini kalian bisa menemukan Recent Projects, yaitu project terakhir yang kita buka. Kemudian di bagian tengah ada menu Template. Disini kita bisa memilih untuk membuat Map baru menggunakan default template, ataupun template yang sudah kita miliki. Kita juga bisa membuat sebuah project baru tanpa menggunakan template. Klik Map kemudian masukkan nama project dan lokasi tempat menyimpan project tersebut.

Klik OK dan sekarang project baru kita sudah siap kita gunakan. Berikut ini adalah halaman muka ArcGIS Pro kita.

Sekarang kita bisa mulai menambahkan data-data spasial ke dalam project kita. Tetapi sebelum itu, akan saya coba jelaskan sedikit tentang menu-menu ArcGIS Pro.

Ribbon Menu

Ada beberapa bagian utama di ArcGIS Pro ini yaitu dibagian atas ada ribbon menu. Disini kita bisa menemukan beragam menu yang tersusun dalam beberapa tab. Masing-masih tab menyimpan beragam menu dan fungsi yang berbeda.

Table of Contents

Di bagian kiri ada Table of Contents dimana semua layer yang kita masukkan kedalam peta kita, akan kelihatan disini. Kita bisa matikan atau nyalakan layer sesuai kebutuhan kita.

Map Area

Di bagian tengah, merupakan map area. Disinilah tempat data spasial atau layer kita di tampilkan.

Catalog

Di bagian Catalog ini kita bisa mengatur koneksi data kita. Kita bisa menghubungkan project kita dengan folder-folder yang berisi data spasial kita, atau kita bisa mengatur koneksi database dan geodatabase dari sini.

Membuat Geodatabase Baru di ArcGIS Pro

Geodatabase merupakan sebuah istilah database yang digunakan di ArcGIS. Di dalam geodatabase ini, kita bisa menyimpan beragam data spasial. Kita bisa menyimpan data spasial dengan beragam geometri seperti titik, polygon, polyline dan sebagainya. Kita juga bisa menyimpan data raster/image ke dalam geodatabase ini. Saya pribadi sangat suka degan geodatabase ini karena kita bisa menyimpan semua data spasial kita di dalam satu buah file. Jadi lebih mudah untuk mengatur nya.

Secara default, ketika kita membuat sebuah project baru, ArcGIS Pro juga akan membuat sebuah geodatabase baru dengan nama sesuai dengan nama project kita. Akan tetapi, kita juga dapat membuat geodatabase baru apabila diperlukan. Untuk membuat sebuah geodatabase baru, caranya sebagai berikut:

  1. Masuk ke menu Insert
  2. Klik Connection | Database | New File Geodatabase
  3. Masukkan nama dan pilih lokasi penyimpanan file geodatabase kita
  4. Tekan Save

Selain membuat file geodatabase baru, kita juga bisa menghubungkan (connect) ke file geodatabase yang sudah ada. Dengan demikian, kita bisa menggunakan satu buah file geodatabase ini untuk menyimpan data-data dari banyak project.

Menambahkan Data Spasial ke ArcGIS Pro

ArcGIS Pro mendukung beragam format data spasial terutama Shapefile (.shp), file geodatabase (.gdb). Selain itu ArcGIS juga mendukung beberapa spasial database seperti PostGIS, SQL Server, Oracle, SAP Hana, WMS, WMTS dan masih banyak lagi. Kedepan akan saya coba jelaskan bagaimana menggunakan fitur-fitur ini di ArcGIS Pro.

Dibawah ini saya contohkan cara untuk membuka file Shapefile di ArcPro.

  1. Masuk ke menu Map
  2. Klik Add Data | Add Data
  3. Pilih type file yang ingin kita buka (pilih Shapefiles)

Ada cara lain yang menurut saya lebih mudah untuk membuka data spasial di ArcGIS Pro yaitu dengan menambahkan folder connection ke dalam project kita. Dengan menambahkan folder connection, kita bisa dengan cepat membuka file di dalam sebuah folder.

Membuat Map baru di dalam sebuah project

Kita bisa memiliki beberapa Map sekaligus di dalam satu project. Masing-masing Map pada dasarnya tidak saling berhubungan satu sama lain. Sehingga kita bisa membuat dua tau lebih Map dengan isi yang berbeda-beda. Atau, kita juga bisa melakukan linking antar Map, sehingga masing-masing Map saling terhubung seperti gambar di bawah ini.

Baik, demikian tadi sekilas tentang ArcGIS Pro. Masih banyak hal yang bisa kita pelajari. Stay tune di blog ini untuk mendapatkan tutorial ArcGIS Pro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.