Tue. Sep 27th, 2022

Digital Elevation Model atau yang biasa dikenal dengan DEM merupakan sebuah data digital yang menggambarkan geometri dari bentuk permukaan bumi atau bagiannya yang terdiri dari himpunan titik-titik koordinat hasil sampling dari permukaan dengan algoritma yang mendefinisikan permukaan tersebut menggunakan himpunan koordinat (Tempfli, 1991 dan Purwanto, 2015 dalam Duantari Novita, 2017). DEM dapat di buat dari bermacam sumber data contohnya dari titik pengukuran ketinggian ataupun dari data kontur. Disini kita akan belajar bagaimana cara membuat DEM dari data kontur menggunakan QGIS. Sebenarnya banyak program GIS yang dapat melakukan proses konversi dari data kontur ke DEM ini. Namun disini saya akan coba jelaskan proses pembuatan DEM menggunakan QGIS saja. Mudah-mudahan di lain waktu saya bisa jelaskan proses ini menggunakan software lain.

Langkah Membuat DEM dari Data Kontur Menggunakan QGIS

Langkah 1. Install GRASS plugin

Untuk dapat membuat DEM, saya biasa menggunakan GRASS plugin. Plugin ini memiliki banyak sekali tool yang salah satunya bisa kita gunakan untuk membuat DEM ini. Cara install plugin ini di QGIS cukup mudah. Silahkan klik Plugins >> Manage and Install Plugins, kemudian tulis GRASS di kolom search.

Centang GRASS 7 kemudian klik Install Plugin. Pastikan proses instalasi GRASS ini tidak ada error.

Langkah 2. Membuat Mapset baru di GRASS

Setelah GRASS terinstall, silahkan buka layer kontur yang akan kita gunakan untuk membuat DEM. Selanjutnya, klik Plugins >> GRASS >> New Mapset. Kita akan membuat sebuah Mapset baru di GRASS yang akan kita gunakan untuk area kerja kita. Yang pertama kita perlu menentukan atau membuat GRASS database. Silahkan masukkan folder untuk menyimpan GRASS database ini.

Selanjutnya kita perlu membuat lokasi baru untuk Mapset kita. Dalam contoh ini saya buat lokasi baru dengan nama “Japan”.

Langkah selanjutnya adalah menentukan proyeksi Mapset kita. Pilih proyeksi yang benar dari daftar yang tersedia

Selanjutnya kita perlu menentukan default region. Region ini yang akan digunakan oleh modul raster di GRASS. Klik Set current QGIS extent.

Beri nama baru untuk Mapset yang akan kita buat.

Selanjutnya klik Finish. Pastikan pilihan Open new mapset terpilih.

Setelah Mapset selesai dibuat, kita bisa melihat sebuah kotak merah di Canvas QGIS kita. Ini adalah region kerja kita. Disebelah kanan, GRASS Tools juga akan terbuka yang nantinya akan kita gunakan untuk membuat DEM.

Langkah 2. Setting Region

Langkah selanjutnya adalah Setting Region. Kita akan memodifikasi region yang kita buat sebelumnya sehingga region tersebut hanya berada di dalam data kontur kita. Seperti terlihat diatas, kotak merah region saya masih memiliki ruang kosong disekitar kontur. Kita juga perlu mengatur resolusi DEM kita nantinya.

Buka tab Region kemudian klik Select the extent by dragging on canvas. Kemudian drag area yang kita inginkan di Canvas.

Dalam contoh ini, saya menggunakan resolusi 10 untuk E-W dan 10 untuk N-S. Kita perlu mengatur koordinat extent agar bisa bulat angka 10. Hasil akhir region saya adalah seperti berikut

Perhatikan kotak merah/region yang sekarang berada hampir tepat di dalam data kontur saya.

Langkah 3. Import Vector ke GRASS

Selanjutnya kita akan mengimpor data kontur kita ke dalam GRASS. Caranya, pergi ke bagian Modules >> File management >> Import vector into GRASS >> v.in.ogr.qgis (Import loaded vector).

Selanjutnya, pilih layer kontur di bagian Loaded layer dan beri nama baru untuk output nya.

Klik Run untuk mulai. Setelah selesai, klik View output untuk membuka layer yang sudah kita import ke GRASS.

Langkah 4. Konversi Vektor ke Raster

Langkah berikutnya adalah konversi vector ke raster menggunakan attribute. Di data kontur saya ini, ada sebuah kolom “Elevation” yang berisi informasi ketinggian masing-masing garis kontur. Kolom inilah yang akan kita gunakan dalam proses konversi vector menjadi raster.

Caranya, masuk ke tab Modules >> File management >> Map type conversion >> Convert a vector to raster within GRASS >> v.to.rast.attr (Convert vector to raster using attribute values).

Dibagian input, masukkan contour_loaded yang merupakan output dari langkah sebelumnya. Pilih attribute field (kolom dengan informasi ketinggian). Beri nama output “contour_raster“. Klik run dan kemudian View output untuk melihat hasil.

Langkah 5. Membuat DEM

Setelah membuat contour raster, kita akan lanjut ke proses terakhir yaitu membuat surface dari raster contour. Modul yang akan kita gunakan adalah r.surf.contour. Kita bisa mengakses modul ini dari Raster >> Interpolate Surface >> r.surf.contour (Create surface from rasterized contours).

Pilih contour_raster di bagian input dan beri nama “DEM” di bagian output. Klik Run kemudian View Output untuk melihat hasil.

Demikian tadi keseluruhan proses membuat DEM dari data kontur menggunakan QGIS. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di tutorial berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.